Posted by : SoftSkill Kamis, 10 April 2014

Perkenalkan namaku Rian harianto , aku memiliki sahabat baik yang bernama Shania junianatha , kami bersahabat sejak kecil hingga sekarang ini .
Hari hari kami lalui selalu bersama dalam keadaan suka maupun duka , bahkan shania dan ibu nya tinggal dirumah kami saat ayah nya meninggal terkena serangan jantung karena mengetahui perusahaan mereka bangkrut , dan shania pun putus semangat untuk bersekolah lagi , aku trus menghibur dan membujuk dia agar tetap bersekolah , saat ini aku dan shania masih sekolah kelas 2 SMP dan kami bersekolah di tempat yg sama yaitu SMPN 1 Solo.
Pada siang itu sepulang sekolah ..
“Shania kenapa ya kok dari tdi diam aja , gak ada senyum juga kyak biasanya” batinku
“ woy , bengong aja” kataku mengagetkan shania.
“oh eh nggak kok , ini aku Cuma ngerasa gak enak aja sama keluarga kamu” jawab shania
“kamu ngomong apa sih , kalian itu uda kami anggap kayak saudara sendiri lagi , jadi woles aja hehehe” kataku meyakinkan nya.
“iya makasih banget” jawab nya.
“ya uda yuk pulang cpat , kita lomba siapa cpat sampai rumah di traktir makan bakso sama yg kalah” kataku
“ok siapa takut” jawabnya
“janji ya”
“janji”
Kami berlari saling kejar mengejar dan kadang saling bercanda dan mengejek , hingga tidak terasa kami sudah sampai rumah.
“Yeay menang ..!! Hore hahaha” kata shania sambil tertawa
“aku kan ngalah aja sama cewek” jawabku
“alah , bilang aja lemah baru juga lari segitu” kata dia
“iya deh aku mengaku kalah” jawabku
Karena sebelum berlari td kami sudah membuat perjanjian , kalah yg menang di traktir makan bakso sama yg kalah dia pun langsung menangih nya.
“Ingat loh , kamu harus traktir aku makan bakso” kata shania
“iya iya , ntar malam kita makan bakso ya” jawabku
Lalu kami masuk kedalam rumah dan kedalam kamar masing masing karena kebetulan keluargaku lagi kerumah nenek yang di pekanbaru , sementara ibu nya lagi pergi belanja ke supermarket.
Karena siang itu aku lagi gak ada kegiatan jadi kumanfaatkan baca komik kesukaan ku , tiba tiba ..
“woy , serius amat bacanya” kata shania mengagetkanku.
“aduh , kamu ini suka bnget ya buat orang jantungan” jawabku
“Habis kamu diam aja sih , baca apaan sih ?” tanya dia
“kepo .___.” Jawabku
“biarin , apaan ? ksih tau gak” kata dia memaksa.
“buset nih anak suka amat maen paksa , lgi baca komik neng mau ikutan ?” jawabku
“hehehe habis kalau gak di paksa kamu susah bnget jawabnya , gak ah aku mau mandi aja” kata dia
“awas gua intipin , bruakakaka” kataku
“aku hajar kamu kalau berani ngintipin aku” jawab dia
“galak amat sih” gumamku
Malam hari pun tiba , gua uda siap mau makan bakso sama shania tetapi aku belum juga mau keluar kamar , tiba tiba pintu kamar diketuk dari luar.

“Ian jadi gak , aku uda siap nih” kata seseorang dari luar
“iya bentar “ jawabku
Setelah semua kupastian siap , penampilan oke , duit juga oke , aku pun membuka pintu kamar , setelah keluar dari kamar aku terkejut melihat seseorang yang ada dihadapanku
“ini manusia apa bidadari ya , cantik amat” batinku
“duh senyum nya juga manis lagi , andai jadi semut pengen nempel terus deh di bibirnya” batinku lagi.
“woy kok bengong , ada yg aneh ya sama aku” kata shania
“eh enggak kok , cie yg mau jalan sama aku , uda dandan cantik aja , spesial ya buat aku hehehe” kataku
“ih apaan sih , enggak lah ya , aku kan emang cantik , kamu nya aja tuh yg baru nyadar” jawab dia.
Emang benar kata shania selama ini aku menganggap shania biasa saja , tetapi malam hari ini hatiku berkata lain , dia begitu cantik dan membuat bergetar hati ini.
“tapi emang kamu cantik kok shan” kataku
“eh makasih , kamu juga keren kok + ganteng lagi” jawab nya. *hehe kapan lagi dipuji member JKT48 kalau gak di fanfict*
“ayo berangkat” kataku
“lets go” jawab shania bersemangat
Diperjalan shania selalu menggandeng tanganku , aku merasa ada perubahan dari shania , kenapa tiba tiba dia jadi begini sama aku , singkat cerita kami sudah sampai di tempat tukang bakso langgananku kalau bolos sekolah hahaha *kebiasaan buruk*
“Cie uda laku lu ian , kesini sama cewek cantik amat” kata abang tukang penjual bakso
‘ah bisa aje lu bang , ini teman aku , cakep kan jangan naksir loh uda gue rental sama nyokap nye” jawabku
“huffttt , apaan sih kamu , emang aku Playstation apa yg bsa di rental” kata shania
“eh jangan ngambek gtu dong , jadi makan gak nih” kataku
“hehehe jadi dong” jawabnya
“Bang , baksonya dua ya yang super pedas hahaha eh satu lagi ga pake lama” kataku
“siap , laksanikan” jawab abnag penjual bakso
Selagi menunggu , aku terus memperhatikan shania yang lagi asyik dengan handpone nya , hingga tanpa kusadari dia sedang melihatku.
“Ih apaan sih lihatin aku mulu” kata dia
“habis kamu maen hp terus sih , dari pada bete mending aku lhatin muka kamu itu yg manis” jawabku
Dia tersnyum malu seraya berkata “iya nih aku lgi asyik main fl**py b**d” jawab nya.
Aku tertawa mendengar ucapan nya , seketika dia mengerutkan dahi dan berkata lagi “kenapa ketawa , ada yang lucu apa ?” kata shania ketus
“galak amat neng , gak aku lucu aja sama permainan itu , masak iya di sentuh naik , dilepas turun , uda kayak ....
Belum selesai aku bicara uda kena potong sama shania “ dasar otak mesum” kata dia
“wajar dong berarti aku lelaki normal , hahaha” jawabku
“singit” kata shania sambil menggelengkan kepala
Setelah asyik bercanda , akhirnya pesanan pun datang dibawakan sama abang penjual bakso ke meja kami.
“lama amat bang , uda kelaperan nih hahaha” kataku
“ini juga uda paling cpat , maklum lagi ramai malam ini ian” jawab abng tukang bakso
Setelah pesanan samapai aku dan shania langsung menyantap nya , emang kebetulan lapar amat sampai shania pun habis 2 mangkok bakso.
Singkat cerita kami pun pulang dengan keadaan sesama diam di perjalanan , gak tau sesama kekenyangan atau menahan mau boker karena makan bakso yg super pedas tp heran nya shania sanggup makan 2 mangkok hahaha itu perut atau tempa sampah.
Sesampai dirumah
“makasih ya uda mau traktir aku makan bakso nya , kenyang banget euyy” kata shania
“iya sama sama” jawabku
“aku masuk kamar dulu ya , mau belajar hehehe” kata shania
“eh iya aku juga , uda ngantuk nih” jawabku
Sesampai nya dikamar shania langsung disambut ibunya yg daritadi emang sudah menunggu kepulangan kami , dan seperti nya muka ibu nya tegang banget
“Eh shan , kamu uda pulang ?” kata ibu shania
“iya bu” jawab shania
“sini nak , ibu mau ngomong sama kamu” kata ibunya
“apaan bu , sepertinya serius bnget” jawab shania
“iya nih , gini lusa kita akan pindah ke jakarta & besok ibu akan mengurus semua kepindahan kamu” kata ibu shania
“kok mendadak sih bu” jawab shania ngambek
“maaf nak , tp gak mungkin kita harus menumpang dirumah orang terus , lagian tante kamu juga ada kok di jakarta & menyuruh kita untuk tinggal disana , kamu harus mengerti nak” kata ibu shania
“ya uda deh ibu , aku menuruti apa kata ibu” jawab shania
Pagi itu disekolah , sedang tengah proses belajar mengajar tiba tiba masuk wali kelas ke kelas kami
“permisi pak” kata wali kelas
“eh iya bu , ada apa?” jawab guru yg mengajar
“ini manggil nak shania untuk bisa pergi kekantor” kata wali kelas
“shania”
“ iya bu”
“Ikut ibu ya ke kantor , masukkan semua buku kamu kedalam tas” kata wali kelas
Aku yang duduk dibelakang shania bingung sebenarnya ada apa , kenapa shania dipanggil kekantor dan disuruh mengemasi semua bukunya , lalu aku bertanya ke shania ..
“shan ada apa ?” kataku
Tidak ada jawaban dari shania , dia pun langsung pergi meninggalkan kelas tanpa ada menoloh lagi kearah ku.
Aku yg di buat bingung masih terus kepikiran hingga pelajaran pun ga ada yng nyangkut ke otak ku karena dikalahkan rasa penasaran.
Bel tanda pulang berbunyi , aku langsung pulang kerumah untuk bertanya ada apa sebenarnya yang terjadi , di perjalanan pulang pun aku gak konsen di jalan , didalam pikiranku hanya ada pertanyaan ada apa sebenarnya yg terjadi.
Sesampai dirumah aku melihat tidak ada orang , hanya terlihat ibuku yang sedang memasak didapur.
“Bu , shania sama ibunya kemana ? , kok sepi banget” kataku
“ngapain , kapan pulangnya ?” kataku
“gak kesini lagi , mereka disana tinggal di rumah tante nya shania” jawab ibuku
Aku yang mendengarkan penjelasan ibuku langsung berlari masuk kamar , dan gak menyangka kalau shania akan pergi tanpa memberitahuku sebelum nya.
“kenapa kamu pergi , kenapa kamu pergi disaat aku mulai suka sama kamu , kenapa juga kamu gak memberi tahu ku kalau kamu mau pergi” omelku sambil menangis dipojokan kamar *denger lagu futari hehehe*
Ku ambil Hp ku lalu kukirim message ke shania ..
“ Hey kamu kenapa pergi gak ngomong sama aku sih , emang aku ada slah apa sama kamu , kesekolah , gak ada lagi yang bakal aku traktir makan bakso , dan gak ada lagi senyum manis dirumah ini ...
Shan... kamu tau gak aku sedih banget setelah mendengar penjelasan dari ibuku , aku itu sayang sama kamu .. kenapa kamu pergi , akankah kita bisa bertemu kembali , maaf jika aku pernah ada salah sama kamu , maaf selama kamu disiini aku selalu mengerjaimu , buat kamu ngambek , DLL.. tp aku sebenarnya syang sama kamu..
Setelah terkirim kutunggu balasan dari shania tak kunjung juga di balas , ku telpon tp gak di angkat , mungkin emang sudah takdirnya kami berpisah , jika berjodoh pasti akan bertemu kembali suatu saat nanti pikirku.
Tak terasa 2 tahun pun berlalu , seelah tamat SMP aku pun akan di sekolahkan di SMA di jakarta , aku diantar oleh ayahku kejakarta dan mencari tempat kost untuk ku , setelah berkeliling kesana kemari akhirnya aku & ayahku mendapat tempat kost yg gak jauh dari sekolah ku yg baru.
Setelah semua sudah lengkap , tempat kost ada , uang simpanan uda ada , ayahku pulang kembali ke solo karena gak bisa terlalu lama meninggalkan pekerjaan nya.
Ya aku akan terbiasa disini , di tempat baru , teman baru sekolah baru , karena kalau tidak mandiri pasti aku gk akan bertahan lama disini. Ternyataa aku mendapat teman kost yang baik , aku pun segera berkenalan dengan nya .
“Hai , orang baru ya ?” tanya dia sopan
“Eh iya aku orang baru hehhe” jawabku
“kenalkan Gue Eka , nama lu ?” tanyanya lagi
“nama nya kayak cewek nih orang , jangan jangan waktu ngidam nyokap nya pengen anak cewek tp yg keluar cowok hihi” batinku
“eh kok diam , nama lu siapa ?” tanya dia
“namaku rian , senang bisa berkenalan dengan kamu ya” jawabku
“ok sipp”
Pagi pun tiba , aku sudah siap mau kesekolah baru dimana aku akan menuntut ilmu , aku pun bersiap siap untuk pergi ke sekolah
“eh tunggu gue , bareng kita berangkatnya” kata Eka
“iya , cepatan gih , ntar terlambat kita , kamu tau kan ini Mos hari pertama” jawabku
“iya gue tau , nih uda siap , yuk berangkat” kata dia
Sesampai disekolah kami pun dibariskan di lapangan sekolah , untuk mengikuti Mos pertama , tetapi dibagi dalam perkelompok dan aku mendapat kelompok 1 dengan eka , 1 kelompok terdiri dar 25 orang dan aku pun gak terlalu memperhatikan teman 1 kelompok ku yg lain , hanya ada 1 cewek yg buat gua tercengang seperti kenal tapi siapa ya.
“Haai semua ,perkenalkan saya Gusva pemimpin kelompok ini , okperkenalkan 1 per 1 nama kalian” kata kak yg memimpin kelompok kami
“dimulai dari kamu” lanjutnya menunjuk cewek yang sepertinya aku kenal
“Hallo semua , Nama saya Shania ...” belum selesai dia berbicara tanpa sadar mulutku mengucapkan “Junianatha”
Siapa itu yg ngomong” kata gusva
“saya kak” jawabku
“maju kamu sini” kata dia lgi
“emang benar nama kamu Shania Junianatha?” tanya gusva ke shania
“iya kak” jawab shania
“Eh shania kamu kenal dengan dia *menunjukku*” kata gusva
“nggak kak” jawab shania sambil menundukkan kepala
Hah shania gak kenal samaku , apa dia uda lupa denganku , ataau emang dia sengaja ngelupakanku , oh shania tau kah engkau selama ini aku menunggu saat ini , saat dimana ketemu kamu lagi” batinku
“lalu kenapa dia tau nama kamu” lanjut gusva
“nttah tu kak , sok kenal banget , baru lhat mukanya jga tadi karena mos ini” jawab shania
Seketika hatiku rasanya seperti ditusuk pakai sejuta jarum , kakiku lemas dan pikiran ku kosong saat mendengar penuturan dari shania.
“setega itukah kamu shan , kenapa kamu tega lupa sama aku , kenapa kamu tega ngomng begitu kepadaku , aku tau kalau itu kamu shania yg dulu selalu menghiasi hariku , yang selalu membuatku tersenyum , tp kenapa kamu tega mengatakan hal seperti itu”batinku
Kegiatan mos hari ini pun selesai dengan , dan gua menganggap hari ini adalah hari yang paling menyebalkan seumur hidup gua , aku dan teman baik ku eka langsung pulang menuju kost kami , sesampai di kost..
“Ian lu emang beneran kenal sama tuh cwek ?” tanya eka
“beneran lah , kalau gak masak gua tau nama orang yg baru prtama kali gua lhat kan gk mungkin” jawab ku
“iya juga sih , tp kok tega amat dia gk mau ngakui kalau dia kenal lu ?” tanya nya lagi
“Ntah lah , mungkin dia malu untuk mengakuinya” jawabku
Sebulan sudah aku bersekolah di sekolah yg baru , dan aku pun tetap berusaha mendekat dan meyakinkan kalau dia emang shania yg pernah tinggal 1 rumah sama ku , tetapi semua itu sia sia , dia tetap dengan sifat nya yg sekarang dan tak mau mengakui kalau aku itu rian shabat nya dulu , dan lebih sakit nya lagi ternyata shania itu berpacaran dengan gusva..
Semua kenyataan itu kuterima dengan sakit hati , tapi aku tetap ngambil perinsip awal ku kejakarta buat nuntut ilmu bukan ubtuk mencari pacar , uda ketemu dia lagi uda senang kok walaupun selalu nangis dipojokan kamar.
Siang itu waktu istirahat disekolah , aku dan eka pun pergi ke kantin sekolah , di perjalanan ke kantin aku pun bertemu shania & gusva ..
“Hai shan , masih ingat aku kan , sahabat lama kamu” kataku
“Iya aku ingat kamu , kamu tuh yg selau menggangguku , dan 1 lgi aku tuh gak kenal kamu , jangan sok kenal deh” jawab dia sambil pergi berlalu
“Sabar ya bro , lebih baik lu lupain dia aja deh , gua yg jdi emosi nih lhat tmen gua di giniin mulu” kata eka
“always, ga usah emosi bro , aku akan tetap mengejar dia , karena aku cinta dia bro” jawabku
Dan kami pun lanjut ke kantin sekolah , untuk makan karena emang perut uda keroncongan , tetapi belum juga sampai di kantin aku melihat shania & gusva sedang bertengkar.
Gak tau pasti apa yg mereka ucapkan yg jelas gusva akan menampar shania , seketika aku langsung menuju kearah mereka dan menghajar gusva ..
Sambil berlalu meninggalkan kami , gusva mengucpkan kata PUTUS ke shania . saat itu juga shania menangis.
“Maaf ya shan , bukan maksud ku untuk ikut campur tp aku gak suka aja kalau ada cowok kasar sama cewek” kataku
“pergi kamu , aku benci sama kamu , ini semua gara gara kamu” kata shania
Aku pun pergi meningga;kan shania , karena aku tau disaat seperti ini dia harus sendiri untuk nenangin hatinya.
Bel pulang pun berbunyi , ketika akan pulang kulihat shania masih sedih atas kejadiaan tadi , hingga tanpa dia sadari saat akan menyebrang dia tak lagi lhat kanan dan kiri , dari kejauhan ada mobil yg sedang melaju dengan cepat , aku pun berlari untuk menyelamatkan shania “Shan .. AWAS.. teriakku sambil mendorong shania , tp naas malah aku yg terpental akibat tertabrak mobil tersebut.
Shania berlari kearah ku , sambil menangis dia berbicara “Kamu kenapa mau menolongku , selama inikan aku uda jahat sama kamu , gak mau nganggap kamu” kata shania
“ja .. di .. benar .. kamu shan..ia sahabat lama aku ... kan” kataku terbata
“iya aku shania junianatha shabat lama kamu , yg pergi pulang sekolah sama kamu , yg selalu kamu traktir makan bakso , maaf kalau selama ini uda buat kamu menderita karena kesombongan ku yg gak mau mengakui kalau kamu itu sahabat lama kamu” jawab shania
“gakk ppa .. a ak ... ku ngerttii kok , aku snang kok sekarang uda ketemu shania yg dulu” kataku
“tapi kenapa kamu mau nolong aku , aku kan uda jahat banget sama kamu ?” tanya shania
“KARENA AKU SAYANG KAMU” jawabku dan menghembuskan nafas terakhir di pangkuan shania. Dan shania yg terus menangis karena menyesali semua yg terjadi.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll

Total Tayangan Halaman

Translate

Blog Archive

Twitter

Copyright © Detective 48 Family -Black Rock Shooter- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan